Jumat, 13 Juli 2012

HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PUASA RAMADHAN

| Jumat, 13 Juli 2012 | 0 komentar

1. Definisi :

Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Firman Allah Ta 'ala:

" …….dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam ... "(Al-Baqarah: 187),


2. Kapan dan bagaimana puasa Ramadhan diwajibkan ?

Puasa Ramadhan wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya'ban genap 30 hari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan seorang yang dipercaya, sedangkan awal bulan-bulan lainnya ditentukan dengan kesaksian dua orang yang dipercaya.

3. Siapa yang wajib berpuasa Ramadhan ?

Puasa Ramadhan diwajibkan atas setiap muslim yang baligh (dewasa), aqil (berakal), dan mampu untuk berpuasa.

4. Syarat wajibnya puasa Ramadhan ?

Adapun syarat-syarat wajibnya puasa Ramadhan ada empat, yaitu Islam, berakal, dewasa dan mampu.

5. Kapan anak kecil diperintahkan puasa ?

Para ulama mengatakan Anak kecil disuruh berpuasa jika kuat, hal ini untuk melatihnya, sebagaimana disuruh shalat pada umur 7 tahun dan dipukul pada umur 10 tahun agar terlatih dan membiasakan diri.

6. Syarat sahnya puasa. Syarat-syarat sahnya puasa ada enam :

Islam : tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam.

Akal : tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal.

Tamyiz : tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang baik dengan yang buruk).

Tidak haid : tidak sah puasa wanita haid, sebelum berhenti haidnya.

Tidak nifas : tidak sah puasa wanita nifas, sebelum suci dari nifas.

Niat : dari malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam : "Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. "(HR.Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa'i dan At-Tirmidzi. Ia adalah hadits mauquf menurut At-Tirmidzi.

Dan hadits ini menunjukkan tidak sahnya puasa kecuali diiringi dengan niat sejak malam hari, yaitu dengan meniatkan puasa di salah satu bagian malam.

Sumber : Tuntunan Puasa Di Bulan Ramadhan
Syaikh Muhammad Ibn Jaarullah Al Jaarullah

Ket: Niat yang di maksud adalah menyengaja didalam hati akan melakukan puasa di esok hari, bukan dengan malafazhkan niat : Nawaetu Shauma Ghodin dan sterusnya .. Al-Imam Asy-Syafi'i yang mana beliau di sandarkan dalam segi fikihnya oleh para klaimernya, didalam kitab2 beliau sendiri tidaklah di temukan tuntunan lafazh seperti demikian. maka kebaikan adalah mengikuti sunnah dan menjauhi perkara bid'ah.. Allahu A'lam

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Selamat, Anda sedang membaca artikel saya yang berjudul HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PUASA RAMADHAN - Artikel ini diposting oleh muhammad yusuf pada hari Jumat, 13 Juli 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jangan lupa like ke akun facebook anda untuk berbagi - Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui Buku Tamu Kami. By. Abu Iram Al-Atsary.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Tulis Komentar Anda Disini:

 

Twitter Saya

Silahkan Follow bagi yang mau

Daftar Isi Keseluruhan

Tamu Kami

free counters

Statistik

blogs
Best Blogs

direktori-blog-indonesiaTop  blogsCheckpagerank.net

TopBlogIndonesia.comAcademics Blogs
Academics blogs Free Page Rank Tool Free SEO Tools

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com