Sabtu, 04 Februari 2012

Efek samping dari Sterilisasi Pada Wanita | Tubektomi

| Sabtu, 04 Februari 2012 | 33 komentar

Sterilisasi adalah metode kontrasepsi permanen yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak ingin atau boleh memiliki anak (karena alasan kesehatan). Disebut permanen karena metode kontrasepsi ini hampir tidak dapat dibatalkan (reversal) bila kemudian Anda ingin punya anak. Pembatalan masih mungkin dilakukan, tetapi membutuhkan operasi besar dan tidak selalu berhasil.
Para ahli kebidanan banyak merekomendasikan sterilisasi pada wanita yang berisiko tinggi untuk hamil dan melahirkan lagi, misalnya karena beriwayat memiliki komplikasi kehamilan dan melahirkan. Namun, tidak pada mereka yang belum berusia 35 tahun. Pengalaman menunjukkan banyak perempuan yang disterilkan lalu menyesali keputusannya.

Cara Sterilisasi

Tuba falopi adalah saluran sepanjang sekitar 10 cm yang menghubungkan ovarium dengan uterus. Pada saat ovulasi, sel telur dikeluarkan dari ovarium dan bergerak menuju uterus. Bila ada sperma di tuba falopi, ovum akan terbuahi dan menjadi embrio yang kemudian melekat di uterus.
Dalam pembedahan yang disebut tubektomi, kedua saluran tuba falopi yang menghubungkan ovarium dan rahim (uterus) tersebut dipotong dan ujung-ujungnya ditutup dengan cincin atau dibakar (kauter). Metode lain yang tidak melakukan pemotongan adalah dengan mengikat atau menjepit saluran tuba falopi (tubal ring/tubal clip). Hal ini menyebabkan sel telur tidak dapat terjangkau sperma. Pembedahan biasanya dilakukan dengan pembiusan umum atau lokal (spinal/epidural). Dokter dapat menggunakan alat bantu berupa teleskop khusus yang disebut laparoskop. Teleskop berupa pipa kecil bercahaya dan berkamera ini dimasukkan melalui sebuah sayatan kecil di perut untuk menentukan lokasi tuba falopi. Sebuah sayatan lainnya kemudian dibuat untuk memasukkan alat pemotong tuba falopi Anda. Biasanya, ujung-ujung tuba falopi kemudian ditutup dengan jepitan. Cara yang lebih tradisional yang disebut laparotomi tidak menggunakan teleskop dan membutuhkan sayatan yang lebih besar.
Sterilisasi dapat dilakukan kapan saja, termasuk setelah persalinan atau bersamaan dengan prosedur pembedahan perut yang lain, seperti operasi Caesar.

Efektivitas sterilisasi

Indeks efektivitas sterilisasi (disebut indeks mutiara) adalah 0.5 – 1. Nilai ini menunjukkan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan pada 100 wanita yang menggunakan metode kontrasepsi itu selama setahun. Artinya, hanya ada satu kehamilan yang tidak diinginkan per 1000-2000 wanita yang telah disterilisasi. Pada kasus yang sangat jarang terjadi itu, tuba falopi wanita kembali menyambung setelah dipotong atau ditutup.

Potensi komplikasi

Risiko sterilisasi, seperti halnya operasi lainnya, terutama berkaitan dengan anestesi. Ahli bedah juga dapat tanpa sengaja merusak ligamen peritoneal selama operasi. Jika ligamen peritoneal rusak, produksi hormon pada ovarium menurun dan menopause bisa dimulai dini. Potensi komplikasi lainnya (sangat jarang) adalah kehamilan ektopik dan gangguan menstruasi.
Hormon, gairah seks dan siklus haid seharusnya tidak berubah setelah sterilisasi. Beberapa wanita dan pasangannya bahkan lebih bergairah secara seksual, karena mereka tidak lagi takut dengan kehamilan yang tidak direncanakan.

Tips bagi Anda

  • Sebagian besar ulama mengharamkan sterilisasi yang tidak memiliki indikasi medis (kehamilan berikutnya membahayakan keselamatan ibu dan bayinya) dan inilah pendapat yang paling kuat. 
  • Jika terindikasi kehamilan berikutnya membahayakn ibu dan bayinya, maka konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan informasi menyeluruh tentang sterilisasi. Ginekolog Anda dapat menjelaskan jenis operasi yang dilakukan dan risiko-risikonya.
  • Beberapa wanita menderita gangguan emosi dan penyesalan setelah operasi, karena kehilangan peluang hamil lagi, oleh karena itu anda harus benar-benar mendapatkan informasi medis yang sejelas-jelasnya tentang keadaan anda sendiri jika mengalami kehamilan berikutnya. Ini sangat penting untuk merenungkan masak-masak sebelum membuat keputusan akhir. Jangan memutuskan ketika Anda sedang kalut atau krisis, misalnya setelah keguguran. Bicarakanlah dengan suami Anda tentang operasi ini, konsekuensinya dan alternatif tindakan lain yang mungkin dapat dipertimbangkan. Keputusan jelas terserah pada Anda, tetapi dalam kasus sterilisasi itu adalah final. Rumah sakit biasanya mensyaratkan tanda tangan suami bila Anda akan menjalani operasi ini, tetapi itu bukanlah persyaratan yang wajib.
Semoga Allah melindungi kita semua dari kejadian-kejadian buruk semisal diatas..

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Selamat, Anda sedang membaca artikel saya yang berjudul Efek samping dari Sterilisasi Pada Wanita | Tubektomi - Artikel ini diposting oleh muhammad yusuf pada hari Sabtu, 04 Februari 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jangan lupa like ke akun facebook anda untuk berbagi - Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui Buku Tamu Kami. By. Abu Iram Al-Atsary.

33 komentar:

efa mengatakan...

apakah setelah melakukan sterilisasi itu dpt terjadi kehamilan kembali....

Abu Iram mengatakan...

Tidak bisa ibu Efa..

Anonim mengatakan...

Apakah setelah sterilisasi siklus menstruasi bisa teratur kembali?

Muhammad Yusuf Abu Iram mengatakan...

gangguan menstruasi tidak teratur bisa terjadi ibu..

yuliana mengatakan...

Saya sdh steril dgn cara potong tuba falopi, tapi kenapa saya bisa hamil lagi?? Bahkan mulai dari steril itu saya nggak pernah menstruasi. Tp skrg sayaa positif hamil 5 bln. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

liahnita dinata mengatakan...

Utk kasus yuliana saya malah ingin tau kenapa beliau bisa hamil padahal sudah steril mohon infonya

Indrawatimulyadi .1702 mengatakan...

setelah 5 tahun sterilisasi...akhir2 ini saya mengalami menstruasi yg tdk teratur dan sering mengalami kram/sakit perut jk menjelang mens. kenapa yah? mohon penjelasan?

lusiana indrati mengatakan...

Saya sudh sterill kira2 sudh 2 thn,tetapi akhir2 ni saya ingin bnget punya momongan lagi,apa yg harus saya lakukan ?

ucha amelia mengatakan...

Itu dia yg saya ingin tanyakan gimna klw suatu saat enth 5 kedpn tiba2 k pgn punya momongan apakah bisa hamil lagi

aila mengatakan...

Sy sudah steril selama 8 bulan.setelah steril 4 bln kemudian sy baru haid.dan haid sy teratur selama 2bln tp kenapa setelah itu sytdk pernah haid lg sampai sekarang........

Unknown mengatakan...

saya sudah steril dgn cara memotong dan saya menyesal tapi kalau bisa hamil lagi saya malah senang, anak saya sudah 3 usia saya 32 tahun, gimana cara saya bisa hamil kembali :(

Green Mountain mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
armand depok mengatakan...

Istri saya pasca operasi dan steril,sudah setahun, kenapa keluhannya bekas jaitan masih suka nyeri,dan sering pusing dan tegang pada leher. apakah ini ada hub dgn operasi dan steril ya dok? mhn balasanya.armand

yogi rapi mengatakan...

steril dg memotong saluran tuba falopi itu membuat aliran darah tifak lancar .kemunkinan pada saat haid mengalami pendarahan karena bukan sel telur yang di buang keluar melainkan darah segar...

Arjuna Arjuna mengatakan...

Kata teman wanita,akibat KB itu wajah tidak cantik lagi. Terlihat tua dan tak bercahaya. Bgmn menurut teman2 yang lain?

Arjuna Arjuna mengatakan...

Kata teman wanita,akibat KB itu wajah tidak cantik lagi. Terlihat tua dan tak bercahaya. Bgmn menurut teman2 yang lain?

wita octavia mengatakan...

Sy malah menginginkan untuk hamil lg setelah disteril, bagaimana caranya ? Mohon di balas!!! Makasih

Muhammad yusuf abu iram mengatakan...

Tindakan sterilisasi wanita yang dilakukan dengan memotong dan atau mengikat kedua saluran telur melalui proses operasi dalam medis disebut sebagai tubektomi. Dengan diikatnya atau dipotongnya saluran ini, diharapkan sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma dan proses pembuahan pun tidak akan terjadi. Pada umumnya pasca steril (tubektomi) tidak ada efek samping gangguan menstruasi, namun tidak menutup kemungkinan bila terjadi hal tersebut. Efek samping lain dari steril jika kemungkinan terjadi kerusakan pada ligamen peritoneum. Jika ligamen tersebut rusak akan mempengaruhi produksi hormon di ovarium yang akan menurun. Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan yang menangani Anda untuk dilakukan pemeriksaan.
Apabila Anda dan pasangan ingin mendapatkan keturunan kembali, wanita yang telah melakukan tubektomi dapat menjalani operasi penyambungan saluran telur yang tadinya telah diikat dan atau dipotong. Tindakan ini disebut sebagai operasi pengembalian ligasi tuba (reversal) atau tuba reanastomosis.
Berikut adalah faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan Dokter sebelum melakukan operasi penyambungan saluran telur ini:
Usia
Jenis dan teknik tubektomi
Waktu pelaksanaan tubektomi
Kesehatan ibu secara keseluruhan, terutama kesehatan dari rahim, indung telur, dan seputar organ reproduksi lainnya
Riwayat kehamilan sebelum steril
Riwayat operasi di daerah pinggul.
Sebelum tuba reversal dilakukan, Dokter juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Anda dan pasangan untuk memastikan bahwa kehamilan dapat terjadi paska operasi. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah dan penunjang untuk memastikan bahwa ovarium dalam kondisi normal. Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah hysterosalpingram (HSG), untuk memeriksa panjang dan fungsi dari saluran telur. Sang suami pun juga dianjurkan untuk melakuan pemeriksaan analisa sperma untuk memastikan tidak ada masalah di sana.
Usia sangat berperan penting dalam keberhasilan terjadinya pembuahan paska tuba reversal. Usia optimal bagi wanita untuk dilakukan program ini adalah di bawah 40 tahun. Secara umum, angka keberhasilan kehamilan bervariasi dari 40 hingga 85%, dan kehamilan biasanya terjadi pada tahun pertama paska operasi tuba reversal.
Perlu diketahui bahwa usia terbaik untuk melahirkan adalah di bawah 40 tahun. Semakin tua usia maka semakin tinggi risiko bagi ibu maupun janin, diantaranya:
Fertilitas/kesuburan menurun, semakin tua usia semakin sulit untuk hamil.
Risiko keguguran tinggi
Kelainan genetik: semakin tua usia, kualitas sel telu semakin berkurang dan risiko kelainan genetik seperti cacat bawaan meningkat. Kelainan tersering pada bayi adalah Down Syndrome.
Risiko penyakit meningkat selama kehamilan: diabetes, hipertensi, preeklampsia/eklampsia, sampai kematian.
Masalah selama melahirkan: wanita usia tua biasanya mengalami pemanjangan waktu melahirkan dan berisiko menyebabkan fetal distress.
Untuk informasi lebih lanjut kami sarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Demikian penjelasan dari
dr. Anita Amalia Sari
Beliau salah satu admin dari klikdokter.com

Muhammad yusuf abu iram mengatakan...

Kesimpulannya :
Diantara jenis steril yang masih ada kemungkinan terjadi kehamilan adalah yang diikat,sedangkan yang dipotong kemungkinan paling besar sulit mengalami kehamilan pasca steril

wahyu tri handayani mengatakan...

Kb memiliki banyak dampak kurang baik terhadap tubuh pengguna. Diantaranya terhadap kulit. Coba saja baca baca di brosur semisal pil kb.jelas kok

Ghali Rosyidi mengatakan...

Bisa asal semua faktor yg mempengaruhi kehamilan dapat berfungsi scr normal kembali dengan terapi sehat

Ghali Rosyidi mengatakan...

Ada ketidakstabilan sistem hormonal

Ghali Rosyidi mengatakan...

Ada ketidakstabilan sistem hormonal

Ghali Rosyidi mengatakan...

Bisa asal semua faktor yg mempengaruhi kehamilan dapat berfungsi scr normal kembali dengan terapi sehat

Aisah Rahadi mengatakan...

Setelah 2 bulan operasi steril dibagian dalam vagina saya sakit dan perih. Kenapa?? Mohon dijawab. Terimakasih.

Lestari Utami mengatakan...

katanya kalo setelah sterilisasi harusnya menggairahkan dalam hubungan tapi ini sebaliknya,trus rasanya bagi perempuan rasanya sakit apabila berhubungan, kata suami ga kaya dulu yang biasanya enak sekarang engga bagaimana

Rizky Kaseph mengatakan...

Apakah dengan cara In Vitro fertilization (bayi tabung) bisa 100% hamil lagi buat yang sudah di sterilkan?
dan apakah ada resikonya bila melakukan bayi tabung di usia 35 thn?

iwan bilie mengatakan...

Istri saya setelah melakukan sterilisasi mengalami telat DB 1 bulan.apakah ini mungkin saja akan terjadi kehamilan?apakah sterilisasi yang diikat tdk menutup kemungkinan bisa saja hamil?

Nia mengatakan...

saya pasca melahirkan anak yang ke 3 sy melakukan steril dg cara
di potong saluran tuba falopi, skrg anak anak sy sy sdh berusia 15 bln, dan sy baru menstruasi 1 kali, sy menyesal telah melakukan steril dg memotong saluran tuba, sy ingin menyambung kembali saluran tuba yg telah terpotong, apakah itu bisa..?, mhn informasi nya..?

H AWAKEN mengatakan...

Budayakan membaca postingannya dulu sebelum bertanya :v

jingga mengatakan...

Terapi sehat yg di maksud spt apa ya?
Msh ada kemungkinan kah untuk saya bs hamil lg?
Mgkn dgn cr inseminasi atau cara yg lainnya?
Mohon penjelasannya,trmksh...

jingga mengatakan...

Terapi sehat yg di maksud spt apa ya?
Msh ada kemungkinan kah untuk saya bs hamil lg?
Mgkn dgn cr inseminasi atau cara yg lainnya?
Mohon penjelasannya,trmksh...

Detty Natalia mengatakan...

Saya baru saja melakukan steril .. Karna takut resiko karna 3 x melahirkan cessar.. Sudah 5 hari perut di bagian tuba falopi terasa sangat nyeri apalagi kalo sya sedang menyusui... Apakah itu wajar??? Tolong yg sudah pengalaman d jawab yah

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Tulis Komentar Anda Disini:

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com