Rabu, 06 Februari 2013

JAWABAN SYAIKH ALI TERHADAP PERNYATAAN SYAIKH RABI' (Bagian 2)

| Rabu, 06 Februari 2013 | 0 komentar

Melanjutkan posting sebelumnya...

11. Berkata Syaikh Robi : Ali Hasan dan yang semisalnya meminta Al-Abbad (Al-‘Allamah Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr -hafidzohulloh-) untuk menyusun kitab : Berlemah lembutlah engkau wahai ahlu sunnah kepada ahlu sunnah.


Saya berkata : Alloh dan orang-orang yang bijaksana dari hamba - hamba Alloh mengetahui bahwa perkataan ini tidak memiliki dalil sama sekali, bahkan di hari itu akupun dikagetkan dengan munculnya kitab ini (Berlemah lembutlah engkau wahai ahlu sunnah kepada ahlu sunnah) dan saya tidak mengetahui sedikitpun tentang buku ini sebelum kemunculnya. Bahkan aku menulis dalam majalahku Al-Asholah makalah yang khusus berkaitan dengan kitab ini - ketika kemuculannya - saya mengkritiknya dalam beberapa poin walaupun saya sependapat dengan buku ini secara global, dan kita tidak hanya punya hitam putih saja Maka saya tidak tahu - dan inilah keadaan saya - bagaimana saya dan orang yang semisal dengan saya dianggap termasuk diantara orang –orang yang meminta syaikh Al-Abbad untuk mengarang kitab ini ? Dengan meberikan isarat - di sini -bahwasanya risalah Fadhilah Ustadz Syaikh Al-Abbad menunjukan secara yakin bahwasanya beliau membaca, menelaah dan mengetahui bahkan beliau mengetahui sekali, tidak sebagaimana yang digembar-gemborkan dan disebarluaskan oleh orang banyak dan para pengikut mereka yang berbeda dengan kenyataan. Perhatian ! Telah terjadi dalam majlis tersebut perkataan yang lain seputar Syaikh Al-Abbad, saya melihat perkataan tersebut merupakan perbuatan jelek terhadap beliau, akan tetapi saya berpegang kepada sarat saya dalam diskusi ini yaitu : Saya tidak membahas di dalamnya kecuali sesuatu yang berhubungan dengan saya, yaitu kritikan Syaikh Robi kepada saya - semoga Alloh memaafkannya -, dengan meninggalkan kesempatan untuk membantah Syaikh Robi kepada selainku yaitu orang yang ahli dari kalangan saudara-saudaraku dan anak - anakku – dengan bantahan yang penuh dengan hujjah dan adab ilmu –.

12. Kemudian Syaikh Robi berkata - mengajak bicara teman-teman kita dari Falestina - : Demi Alloh seandainya timbangan kalian adalah kitabulloh, sunnah dan perkataan salaf sholih kalian tidak akan menolong Ali Hasan walaupun dengan satu kata.

Saya berkata : Semoga Alloh memaafkan Fadhilah Syaikh Robi dan membaguskan ahir hayatnya, Apakah Ali Hasan menyelisihi alquran, sunnah dan perkataan salaf sehinngga dia tidak sama dengan salaf walaupun dalam satu kata ? Mahasuci Alloh, apakah sampai ketingkatan ini, apakah saya tidak memiliki walaupun satu kata yang sama dengan kitabulloh, sunnah dan ucapan salaf, atau maksudnya aku tidak sama dengan kitabulloh, sunnah dan ucapan salaf walupun satu kata dalam hal yang Syaikh megkritikku ? Jikalau yang dimaksud adalah yang pertama ( bahwa syaikh Ali Hasan menyelisihi kitabulloh , sunnah dan salaf dan tidak ada satu perkataanpun bagi beliau yang sama dengan salaf) maka kita telah melipatkan tikar ( mengakhiri diskusi ) dan kita menghalalkan berjaga-jaga diperbatasan untuk perang, jikalau yang dimaksud adalah yang kedua maka saya akan selalu meminta , apakah permasalahan itu ? dan bagaimanakah ia ? apakah ia pembahasan muwazanah ? atau pembahasan perbedaan aqidah dan manhaj ? atau pembahasan yayasan ihya turots ? atau pembahasan kritikan dengan penjelasan ( jarh mufassar ) ? atau pembahasan berita orang yang terpercaya (khobar tsiqoh) ? atau pembahasan kritikan dan pujian (jarh dan ta’dil) ? atau pembahasan kritikan kepada si pulan dan pencacatan kepada si alan ? mahasuci Alloh !! Semuanya permasalahan ini - dengan semua pemaparannya - telah digambarkan kepada Syaikh dengan gambaran yang buruk, kalau tidak demikian maka saya dalam permasalahan-permasalahan ini mempunyai penjelasan yang jelas dan mepunyai pendahulu dari kalangan salaf yang terhormat dan kuat -dihadapan fadhilah Syaikh Robi dan yang lainnya - . Maka apakah yang terjadi ? kenapa Syaikh memberikan kepada mereka kesempatan untuk mencelaku di waktu yang mana Beliau tidak memberikan izin kepada mereka untuk mengkritik mereka (para penghasut syaikh) ?. Atau apakah mereka memanjangkan dindingku ( melindungiku ) dan dan memendekan dinding-dinding mereka ( membuka keburukan para penghasut Syaikh Robi ) ? , wahai Syaikh ! ini semuanya adalah masalah – masalah ijtihadiyah dan perbedaan pendapat dalam masalah ini adalah boleh dan diakui masih ada dalam bingkai manhaj salaf dan para ulamanya, dan saya tidak mengira – siapapun dia –yang mengklaim bahwasanya masalah - masalah ini adalah masalah -masalah yang qot’i atau bahwasanya perbedaan pendapat dalam masalah -masalah ini adalah perbedaan antara sunnah dan bid’ah. Maka apakah yang telah di bolak –balikan oleh hari ini agar engkau meninggalkan kaidah salafiyyah yang benar ? Apakah hukum terhadap masalah - masalah ini dengan menyalahkannya atau dengan membid’ahkannya menjadikan orang yang mengatakannya ahli bid’ah sebagaimana keadaan perbedaan pendapat dalam masalah - masalah yang besar seperti maslah iman, qodar, sifat-sifat Alloh, dan yang semisalnya ? apakah ini temasuk dari kaidah – kaidah salaf dalam membid’ahkan ? apakah tingkatan –tingkatan bid’ah dan membidahkan itu sama ? dan apakah seperti ini penerapan salaf – semoga Alloh merahmati mereka – terhadap kaidah ini ?.

13. Berkata Syaikh Robi –semoga Alloh menjaga beliau - : Demi Alloh, demi Alloh sesungguhnya Abul Hasan dan Urur seratus kali lebih jelek, lebih bobrok, lebih dusta, lebih kasar dan lebih menjijikan dari Salman Al-Audah, saya menyanggah Safar Hawali beberapa kali dan tidaklah ia menjawab walaupun dengan satu kata, Salman Al-Audah saya menyanggahnya dengan kitab Ahlul Hadits Hum At-Thoifah Al-Manshuroh, dan Ali Hasan tatkala terkepung dia mengatakan : Al-Jarh wa At-Ta’dil. Dia tidak mempunyai dalil dari kitabulloh dan sunnah, dan dia berkata : Kesalahan lafadz, kesalahan lafadz, demi Alloh dia tidak menjawab kepadaku dengan hujjah yang lainnya, dan nanti akan muncul dalam kitabnya ; dia menetapkan dalam kitabnya, dia tidak menjawab kepadaku dengan selain hujjah ini, dan nanti akan muncul perkataannya yang kedua mengakui bahwa ia salah, ini dalah kesalahan yang besar.

Saya berkata : Saya akan keluar sedikit dari sarat saya dalam diskusi ini, Apakah keadaan bobrok, dusta, kasar, jijinya Abul Hasan dan Adnan Urur -lebih parah dari Safar dan Salman -sebagaimana Syaikh Robi mengungkapkannya kembali kepada sebab bahwa Abul Hasan dan Urur menyanggah kepada Syaikh Robi sementara Safar dan Salman sama sekali tidak menyanggahnya ?. Ini adalah lahiriyah dari perkataannya, apabila Fadhilah Syaikh berkata : Saya tidak bermaksud demikian, maka kita akan menerimanya dengan segera -maka apakah yang diinginkan beliau –lahiriyah perkataannya atau yang lainnya ? apakah hanya karena menyanggah – sanggahan apapun ia – menjadikan pelakunya lebih kasar, lebih menjijikan, lebih pendusta, kemudian tidak adanya sanggahan menyelamatkan pelakunya dari hal tersebut seratus kali ?. Saya berharap ini bukan maksud Syaikh Robi ; walupun ini adah lafadz dan nash dari ucapannya! Dan alangkah indahnya sebuah perkataan : Maksud dalam hati tidak bisa menolak lafadz yang diucapkan. Akan tetapi ; harus dengan kasih sayang dan kelembutan bukan dengan kemarahan dan balas dendam. Adapun permaslahan Al-Jarh Wa At-Ta’dil maka saya telah mengupas sikap saya dan menjelaskan maksud saya tentangnya, dan saya telah menyingkapkan maksud saya dalam masalah tersebut dengan sesuatu yang tidak perlu ditambah lagi yaitu dalam cetakan kedua dari kitab saya ( Manhaj As-Salaf As-Sholih) halaman 133 -140 dan di sana saya telah menukil perkataan Syaikh Robi Bin Hadi sendiri - semoga Alloh meberikan taufiq kepadanya - dalam sebagian kitabnya seputar ilmu AL-Jarh Wa At-Ta’dil bahwasanya ia diciptakan untuk menjaga agama dan untuk menempatkan seseorang pada tempatnya ….. apakah dikatakan kepada sesuatu yang memiliki dalil dari kitabulloh dan sunnah bahwasanya ia diciptakan ?, maka yang dimaksud dalil-dalil yang menetapkan ; adalah dalil- dalil yang mensyariatkannya …… dan yang dimaksud dengan menciptakan adalah sesuatu yang baru : pembagiannya, jenis-jenisnya yang sebelumnya belum ada. Maka yang diinginkan beliau itulah yang saya inginkan dan apa yang dimaksudan oleh beliau itulah yang saya maksudkan, dan jika lafadz dan ungkapan saya - yang sebelumnya dan yang sesudahnya - itu menghianati saya maka siapakah anak manusia yang tidak luput dari hal itu (tidak pernah salah).

Dipuji dan dicela padahal kamu tidak melampui batas kedua sifat itu Dan kebenaran itu terkadang tercampuri dengan jeleknya pengungkapan

Dan apakah hal ini dimaafkan dari selainku dan tidak dimaafkan jika dilakukan olehku ? Maka kenapa demikian ? dan apakah yang membedakannya ? dan adapun perkataan Faddhilah Syaikh : Nanti akan datang perkataannya yang kedua dalam kitabnya yang menetapkan bahwa ia salah, maka saya mengira kesalahan dalam ucapan ini disebabkan penukilan teman-teman setianya yang jelek – semoga Alloh memberikan petunjuk kepada mereka - . Saya dalam kitab tersebut sama sekali tidak menetapkan bahwa saya salah, akan tetapi saya hanya menjelaskan maksud dan keinginan saya sebagai jawaban bagi orang yang mempunyai masalah dengan ucapan saya … dan saya tidak mengira bahwa Fadhilah Syaih Robi memahami kitab saya sebagimana orang yang memahami bahwasanya saya menyalahkan diri saya di dalam kitab tersebut, akan tetapi jikalau pada hakikatnya saya menyalahkan diri saya dalam buku saya, bukankah itu yang engkau inginkan wahai Fadhilah Syaikh ? kenapa engkau mencela saya ? akan tetapi kebenaran itu apa yang telah saya sebutkan dalam kitab saya, maka saya tidak akan memperpanjang pembicaraan.

14. Kemudian Dia ( Ali Hasan ) mensifati para sahabat seperti buih !

Saya berkata : Maka ini – Demi Rob Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam – tidak pernah terjadi dan tidak akan terjadi selama dalam keringatku terdapat harumnya sunnah ( selama aku berpegang teguh kepada sunnah ), saya memohon kepada Alloh untuk memberikan kepada kita keteguhan di atas sunnah dan wafat di atas keimaanan dan jika saya tidak demikian maka ini adalah jurang kehancuran dan kebinasaanku -semoga Alloh melindungi aku dan kalian -. Adapun apabila yang dimaksudkan oleh Fadhilah Syaikh tentang sikapku terhadap orang yang mengatakan ucapan ini ( para sahabat seperti buih ) maka sikapku seperti sikap guru kami Fadhilah Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad – semoga Allloh menjaganya –dan ini adalah sikapku yang diumumkan, dikenal, tersebar luas dan jawaban yang terkenal yang mencakup sanggahan, peniadaan dan kritikan terhadap kalimat ini, yang mengucapkannya dan yang menukilnya atau yang rido terhadapnya dan saya tidak akan memperpanjang pembahasan ini karena hal ini sangat jelas dan tersingkap permasalahannya dengan mengisaratkan kepada para pembaca yang bijaksana - akan tetapi di manakah mereka kepada - kitabku ( Ithaf As-Sail Wa Ifham Al-Jahil Bima Waroda Fi As-Shohabah Al- Asoyil Min Al-Fadhoil). Dan kitab ini sudah dicetak . Inilah hal yang Alloh menolongku untuk melakukannya di pertemuan ini dengan meminta kepada Alloh taufiq, kebenaran dan petunjuk bagiku dan Fadhilah Syaikh Robi dan menjauhkan kami semua dari kekeliruan dan sahabat - sahabat setia yang jelek sambil berdoa dengan doa nabawi yang dirwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shohinya dari Aisyah -Rodhiallohu ‘Anha - : ﻲِﺘﱠﻣُأ ًﺎﺌﻴﺷ ﻖَﻓَﺮﻓ َ ﻢﻬﺑ : ﻖُﻓْرﺎﻓ ﻪﺑ . ﻢﻬﻴﻠﻋ : ﻖُﻘْﺷﺎﻓ ﻪﻴﻠﻋ ، ﻦَﻣو ﻲِﻟَو َ ﻦِﻣ ِﺮﻣأ ﻢﻬﻠﻟا َّ ﻦَﻣ ﻲِﻟَو َ ﻦِﻣ ﺮﻣأ ِ ﻲِﺘﱠﻣُأ ًﺎﺌﻴﺷ ﱠﻖَﺸﻓ Ya Alloh barang siapa yang memegang sebagian urusan ummatku kemudian ia menyusahkan mereka maka susahkanlah ia dan barang siapa yang memegang urusan ummatku kemudian ia berlemah lembut kepada mereka maka berlemah lembutlah kepadanya.

(Ditejemahkan oleh Abu Wafiyyah Zamzam Al-Hawari dari situs guru kami yang tercinta Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ali Hasan Bin Abdul Hamid Al-Halabi Hafidzohulloh http://www.alhalaby.com/play.php? catsmktba=1907 ).

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Selamat, Anda sedang membaca artikel saya yang berjudul JAWABAN SYAIKH ALI TERHADAP PERNYATAAN SYAIKH RABI' (Bagian 2) - Artikel ini diposting oleh muhammad yusuf pada hari Rabu, 06 Februari 2013. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jangan lupa like ke akun facebook anda untuk berbagi - Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui Buku Tamu Kami. By. Abu Iram Al-Atsary.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Tulis Komentar Anda Disini:

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com