Sabtu, 07 Juli 2012

Polemik Antara Mertua dan Menantu

| Sabtu, 07 Juli 2012 | 6 komentar

1. Mertua mata duitan.
Solusi : Apa yang diminta orang tua maka selayaknyalah si anak jika mampu memenuhinya, karena dalam Islam harta si anak adalah harta orang tua, jangan sekali sekali berfikir bahwa orang tua keterlaluan memeras anaknya, Jika anda sudah merasakan bagaimana sulitnya perjuangan membesarkan anak niscaya akan terasa oleh anda perihnya saat si anak menteledorkan anda kelak, dan apa yang diberikan si anak belumlah sebanding dengan apa yang di berikan orang tua (Pembahasan sudah berlalu pada posting sebelumnya)


2. Mertua terlalu mengatur ekonomi anaknya, sehingga terkesan ikut campur dalam urusan keluarga si anak.
Solusi : Seorang anak yang baik sekalipun sudah menikah, dia akan mampu menyerap dan merasakan kekhawatiran orang tuanya akan "gagalnya" anda memenej rumah tangga khususnya perkara ekonomi. Dan kekhawatiran orang tua tersebut adalah hal yang wajar dan merupakan bentuk kasih sayang dan perhatian, maka bacalah oleh anda jangan sebagai bentuk ikut campur, toh sebetulnya semua akan kembali kepada anda. Saran dan masukkannya bisa anda terima dengan baik tanpa membantah, dan anda tetap dapat melakukan menej sendiri, jika dipaksa direbut uangnya sehingga malah di atur jatahnya oleh ortu / mertoku ? Ya anda bisa bertahan dengan kalimat yang baik tentunya, anda bisa menyodorkan alasan "INGIN BELAJAR" , mungkin diawal bisa saja ngambek, tapi bacalah ...sekali lagi bacalah "ngambeknya" itu bentuk kasih sayang, dan saya rasa orang tua takkan sampai bawa golok ke hadapan anda sambil berkata : "SINIIN DUITNYA !! KALO GA DIKASIH GUE BACOK LU !!! , maka ya bersabarlah atas omelannya, atas masukkan, watak orang tua cenderung kembali kepada watak anak-anak, dalam hal merajuk, mencari perhatian, dll , nah kalau anda tak mau ngalah, apa mungkin anda mau samanya ? ya janganlah, kita yang muda justru yang mesti banyak mengalah dan bersabar, dan sungguh kesabaran orang tua anda dulu saat membesarkan anda belum sebanding dengan tuntutan anda bersabar dimasa kini atas sikapnya tersebut.

3. Mertua menginginkan istri tinggal bersama mereka.
Solusi : Kemandirian itu memang perlu , namun anda juga suami dan istri mesti menyadari ada kewajiban anda mengurus ortu yang sudah renta, apalagi anda anak lelaki, besar kewajiban anda untuk membawa orang tua dalam perawatan anda, karena anda memang tempat sandarannya dimasa tua, anda yang mereka besarkan dan kini anda menafkahi bisa mencari usaha sendiri maka selayaknya anda menanggung urusannya, semua ? YA SEMUA , FAHAM ???!!! Sebagaimana anda dulu SEMUA URUSANNYA dipikul ortu tanpa KELUHAN !!!

Adapun kewajiban istrilah ikut dengan kehendak suami dimana dia mau tinggal, istri yang baik adalah istri yang mau mengikuti suaminya kemana pun dia tinggal, jika di rumah mertua anda (Istri) sudah tak mau, apalagi harus di kolong jembatan ?!! Adapun mertua rewel adalah suatu hal yang lumrah, ortu mana sih yang pengen liat anaknya tak dilayani dengan baik selaku kepala rumah tangga ? Semua orang tua ingin anaknya didampingi oleh wanita yang terbaik, kerasalah sama anda wahai istri kelak kalo sudah nenek - nenek , pasti akan ngedumel kalo liat menantunya tak melayani suami dengan baik, berleha-leha, Oh anda tak termasuk berleha - leha tapi selalu di wak wak mertoku ? Jangan simpan dalam hati bu, karena kembali kepada semua keadaan tentang orang tua, usia yang telah senja, emosional yang turun, fisik yang turun, keluhan yang banyak membuat beliau menjadi demikian, justru ujian keutamaan seorang istri adalah kesanggupan dia bersabara dan memberikan yang terbaik bagi suami dan orang tuanya .

Dan 1 hal, istri-istri yang tumbuh bersama lingkungan mertua, mempunyai pelayanan yang "SUPER" pada suaminya, dia akan mengerti apa dan mana yang terbaik buat suaminya , kenapa begitu ? Karena dia selalu di GAMBRENG mertoku, akhirnya terpacu dan menjadi istri yang disayang mertuanya, bahkan ada kasus loh, saat suami mau poligami, yang paling menentang itu mertuanya si Istri bukan istrinya sendiri, nah loh apa ga mau tuh bisa disayang mertua sampai segitunya ? Bahkan ada yang sampai tak mau di urusi anaknya sendiri karena sudah nyaman dengan perhatian menantu tercintanya !!

Lalu kalau saya tak mau menuruti dan tak mau tinggal bersama mertua dan ga mau ikut dengan suami gimana? Saya mau misah, saya mau bebas dari "GAMBRENGAN" Mertua, saya mau mandiri !!

Jika demikian keadaanya, maka tak salah jika suami anda mentalak anda, mengapa ? Karena dengan terpisahnya si suami dari orang tuanya mengikuti pemikiran anda , maka si suami sama dengan anda ajak menuju jalan kedurhakaan, dia mempunyai kewajiban merawat orang tuanya, dan anda memisahkannya, maka yang perlu anda lakukan adalah mempertebal keimanan dan ketaqwaan dan mempelajari bagaimana Islam mengajarkan tentang berbakti kepada orang tua , apalagi mereka masih muslim, sedangkan yang kafir saja masih perlu di perlakukan secara hormat. Tebalkan kesabaran menghadapinya, tuluskan niat anda karena Allah, maka anda akan mampu melihat hikmahnya , itulah istimewanya Islam menyandarkan perawatan orang tua pada anak lelakinya, karena dia yang mencari nafkah, maka dia berhak membagi untuk orang tuanya dan keluarganya, Sedangkan anak wanitanya di nafkahi, maka dia boleh membagi kepada orang tuanya dengan seizin suaminya . Bagaimana kalau suami pelit ? Nah anda boleh memberinya diam - diam sekadarnya , tapi syaratnya beneran pelitnya ya, bukan anda sebut pelit standarnya, demikian Nabi pernah mengizinkan kepada salah seorang shahabiyah yang suaminya pelit.

Intinya , adalah bisa atau tidaknya anda menyadari kedudukan anda sebagai istri dan menempatkan diri di keluarga, dan bersabar atas mereka, saya fikir suami yang baik selalu bisa menyikapi istri dan orang tuanya, selama keputusan dan arahannya baik dalam standar Islam, maka anda layak mengikutinya sampai kemana pun, apalagi anda hanya "menikmati gambrengan" bukan suguhan GOLOK yang menempel di leher anda, jika sudah maen golok dan ancaman pembunuhan, maka anda memang layak menjauh dari lingkungan mertua .. Jika anda saja dimasa tua OGAH dibuang di Panti JOMPO maka demikian juga orang tua suami anda , ..

Slogan saya :
Istri yang baik adalah istri yang bisa menghargai dan memperlakukan baik mertuanya..
Suami yang baik adalah suami yang bisa memahami dan membantu kesulitan mertuanya ..

Semoga bisa difahami dan bermanfaat, silahkan jika ada pertanyaan boleh anda ajukan, Insya Allah jika waktu dan keadaanya lapang akan saya jawab satu persatu tapi harap bersabar, jika saya sudah mentok dan ga bisa, tolong anda tanyakan pada ustadz di sekitar anda yang benar2 mumpuni keilmuannya dalam hal ini ..

"Tapi jangan bertanya kepada sembarang ustadz, sebagaimana menikah juga jangan menikah dengan sembarang Pria "

Ditulis oleh Abahna Iram

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Selamat, Anda sedang membaca artikel saya yang berjudul Polemik Antara Mertua dan Menantu - Artikel ini diposting oleh muhammad yusuf pada hari Sabtu, 07 Juli 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jangan lupa like ke akun facebook anda untuk berbagi - Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui Buku Tamu Kami. By. Abu Iram Al-Atsary.

6 komentar:

earthquake mengatakan...

Mas kayaknya ada yg gak tepat deh. Di dalam Islam klo istri mencari nafkah maka harta istri adalah milik istri yg dapat digunakan istri tanpa harus izin suaminya. Bahkan apabila istri menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk membantu suami itu dianggap sadaqah. Jadi ga seperti yg mas tulis diatas bahwa istri boleh membagi uangnya ke orang tua berdasarkan ijin suami (kcuali kl maksudnya dr duit suami).. Plus juga membantu orang tua itu memang wajib, tp seorang suami harus lebih dahulu mementingkan kebutuhan sandang dan pangan anak dan istrinya. Baru membantu memberikan makan ibunya. Menurut saya terkesan dr yg mas tulis diatas suami boleh semena2 menghabiskan uang untuk orang tuanya dan istri hanya harus bersabar dan mengerti.

abu iram mengatakan...

عن جابر بن عبد الله أن رجلا قال يا رسول الله إن لي مالا وولدا. وإن أبي يريد أن يجتاح مالي. فقال: ( أنت ومالك لأبيك )

Dari Jabir bin Abdillah, ada seorang berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak namun ayahku ingin mengambil habis hartaku.” Rasulullah bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Ibnu Majah, no. 2291, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Hadis ini menunjukkan bahwa sang anak dalam hal ini sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki anak meski demikian Nabi tetap mengatakan “Semua hartamu adalah milik ayahmu.”

عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده قال جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال إن أبي اجتاح مالي. فقال:( أنت ومالك لأبيك ) وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( إن أولادكم من أطيب كسبكم . فكلوا من أموالهم )

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakek ayahnya yaitu Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash, ada seorang yang menemui Nabi lalu mengatakan, “Sesungguhnya ayahku itu mengambil semua hartaku.” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya anak-anak kalian adalah termasuk jerih payah kalian yang paling berharga. Makanlah sebagian harta mereka.” (HR. Ibnu Majah, no. 2292, dinilai sahih oleh Al-Albani).

Anonim mengatakan...

Klo mertua menitipkan anak laki2nya yg sudah baligh d rmh pdhl suami sering pergi k luar kota smentara rmh kecil dan tidak ada orang lain lg selain istri dan anak2 bagaimana hukumnya?thanx

Anonim mengatakan...

Menurut saya tidak boleh, karena bukan mahramnya istri.

Nurdin Suaibun mengatakan...

Klo bapak dan ibunya mertua mungkin bisa memberikan nasihat dll,kalo kk istri yg belum menikah, apakah boleh ikut campur masalah rumah tangga. Makasi

Nurdin Suaibun mengatakan...

Klo bapak dan ibunya mertua mungkin bisa memberikan nasihat dll,kalo kakak ipar istri yg belum menikah, apakah 'boleh ikut campur masalah rumah tangga. Makasi

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Tulis Komentar Anda Disini:

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com