Senin, 20 Februari 2012

Tugas Muslimah Terhadap Rabbnya

| Senin, 20 Februari 2012 | 0 komentar

Tugas Muslimah Terhadap Rabbnya


Kewajiban-kewajiban buat kamu-kamu muslimah terhadap rabbnya dapat kami jelaskan dan simpulkan sebagai berikut :

Sebagai Orang Mukmin Yang Hatinya Selalu Hidup
Hal pertama yang dituntut islam dari seorang muslim adalah keimanan yang sebenar-benarnya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, hubungan yang erat dengan- Nya, dzikir kepada-Nya yang tiada putus-putusnya, serta bertawakal kepada-Nya.


Senantiasa memohon pertolongan dari-Nya dan merasa bahwa dirinya selalu membutuhkan kekuatan, bantuan, dan dukungan-Nya, meskipun dirinya telah mempunyai semua itu, tetapi kita harus ingat bahwa kemampuan yang kita miliki sifatnya hanya sementara.

Seorang Muslim yang sebenarnya adalah yang hatinya tiada pernah mati, pandangannya pun selalu terbuka, dan perhatiannya selalu tertuju pada ciptaan Allah Azza wa Jalla, dengan keyakinan bahwa tangan-Nya yang tersembunyi itulah yang menjalankan alam jagat raya ini dan yang mengatur kehidupan manusia didalamnya. Berdasarkan hal itu ia selalu berdzikir kepada-Nya, mengetahui pengaruh kekuasaan-Nya tidak terbatas oleh sesuatu apapun pada setiap sisi kehidupan, sehingga bertambahlah keimanan dan tawakalnya.

Didalam Al-Qur'an, Allah Tabaraka wa Ta'la telah berfirman :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-oarang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),'Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci engkau, peliharalah kami dari siksa neraka'. (Ali Imran : 190-191).

Selalu Mentaati Perintah Tuhannya
Orang Muslim yang jujur harus senantiasa mentaati semua perintah Allah Azza wa Jalla, Khusyu'' dalam menjalankannya, menghindari semua larangan-Nya meski hawa nafsu menentangnya. Dirinya selalu berjalan sesuia dengan petunjuk-Nya. Dan poros iman seorang Muslim berada pada ketaatan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya baik pada hal-hal yang kecil maupun besar tanpa pengecualian.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,: Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa keberatn dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa : 65)

Merasa Bertanggung Jawab Pada Kepemimpinan
Pengabdian dan tindakan melanggar perintah Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah yang dilakukan oleh salah seorang dari anggota keluarganya merupakan tanggung jawabnya. hal itu telah disinyalir Rasulullah melalui sabdanya,:
Setiap dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinan
dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam (penguasa) adalah pemimpin dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Dan orang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertangguang jawab atas kepemimpinannya. Dan wanita adalah pemimpin dirumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. dan seorang pelayan adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya itu. Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertangungjawabannya atas kepemimpinan kalian. (Muttafaqun 'alaih).

Menerima dengan Ikhlas Ketetapan dan Takdir Allah
Seorang muslim yang jujur senantiasa menerima dengan tulus ikhlas apa yang menjadi takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala. dan selalu berpegang pada sabda Rasulullah Shallaahu Alaihi wa sallam berikut ini :

Sungguh menakjubkan perkara seorang Muslim. Seluruh perkaranya adalah baik. Jika mendapat keberuntungan(kesenangan), dia bersyukur dan itu baik baginya. Dan manakala tertimpa musibah (kesulitan), dia bersabar dan itu pun baik baginya. (HR. Bukhari)

Yang demikian itu karena orang Muslim yang jujur berkeyakinan dalam hatinya bahwa iman kepada qadha' dan qadar merupakan salah satu dari rukun iman. Dan dia tidak pernah menyalahkan-Nya atas musibah yang menimpanya dalam kehidupan ini, dengan keyakinan karena Dia telah menetapakan hal itu sesuai dengan kehendak-Nya. Keridhaannya pada ketetapan dan takdir Allah Azza wa Jalla menjadikannya memperoleh pahala yang sangat besar dari-Nya, dan akan ditulis disisi-Nya sebagai seorang mukmin yang taat dan beruntung.

Berdasarkan hal diatas, maka semua perkaranya adalah baik. Jika mendapatkan keberuntungan, lidahnya bergumam memanjatkan puji syukur yang mendalam kepada Rabb-Nya. Dan juka mendapat musibah, dia selalu bersabar, sebagai wujud ketaatan pada perintah-Nya, Ridha atas qadha' dan qadar yang telah ditetapkan- Nya. pada kedua sikapnya tersebut terdapat kebaikan yang sangat mulia.

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Selamat, Anda sedang membaca artikel saya yang berjudul Tugas Muslimah Terhadap Rabbnya - Artikel ini diposting oleh muhammad yusuf pada hari Senin, 20 Februari 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jangan lupa like ke akun facebook anda untuk berbagi - Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui Buku Tamu Kami. By. Abu Iram Al-Atsary.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Tulis Komentar Anda Disini:

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com