Jumat, 24 Februari 2012

Kedudukan Sunnah Didalam Islam 5 [Tamat]

| Jumat, 24 Februari 2012 | 0 komentar

Maktabah Online On :
Kedudukan sunnah didalam Islam


Kelemahan Hadits Mu’adz tentang Ra’yu dan Apa-Apa yang Diingkari Darinya

Sebelum mengakhiri uraian ini, aku (Asy-Syaikh Al-Albani) memandang perlu memalingkan perhatian ikhwan sekalian kepada hadits yang masyhur yang sering dibawakan dalam kitab ushul-fiqh, yaitu berkisar tentang dla’ifnya hadits tersebut dari sisi sanadnya dan karena bertentangan dengan larangan membedakan antara Al-Kitab dan As-Sunnah (dalam syari’at) serta wajibnya berpegang dengan keduanya secara bersama, yaitu hadits Mu’adz bin Jabal radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya ketika mengutusnya ke Yaman :



”Dengan apa kamu akan berhukum?”. Mu’adz berkata,”Dengan Kitabullah”. Rasulullah berkata,”Jika tidak engkau dapati dalam Kitabullah?”. Mu’adz menjawab,”Dengan Sunnah Rasulullah ”. Rasulullah berkata,”Jika engkau tidak menemui dalam Sunnah?”. Mu’adz menjawab,”Aku akan berijtihad dengan ra’yu dan aku akan berusaha keras”. Maka Rasulullah bersabda, ”Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah yang telah membimbing utusan Rasulullah kepada perkara yang dicintainya”.

Tentang kelemahan sanadnya, tidak layak untuk dibahas sekarang. Aku telah menjelaskannya dengan penjelasan yang cukup dan mungkin belum ada yang mendahului saya dalam pembahasan itu dalam kitab As-Silsilah yang Kedudukan As-sunnah dalam Islam telah disebutkan sebelumnya 1).

Cukup bagiku dalam kesempatan ini untuk menyebutkan bahwa Amiirul-Mukminiin dalam masalah hadits, yaitu Al-Imam Al- Bukhari , berkata tentang hadits ini,”Hadits munkar”.

Setelah itu layak bagiku untuk mulai menjelaskan pertentangan yang telah aku sebutkan tadi. Maka aku (Asy-Syaikh Al-Albani) katakan : “Hadits Mu’adz ini memberikan manhaj bagi seorang hakim dalam berhukum dengan tiga marhalah ( = yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ra’yu). Tidak boleh mencari hukum dengan ra’yu kecuali setelah hukum itu tidak ditemukan dalam As-Sunnah, dan tidak boleh pula mencari hukum suatu hukum dari As-Sunnah kecuali jika tidak ditemui dalam Al-Qur’an. Manhaj ini jika dilihat dari sisi ra’yu adalah benar menurut seluruh ulama’. Mereka berkata juga,”Jika telah ada atsar, maka batallah nadhar (penyelidikan)”. Tetapi (manhaj ini) jika dilihat dari sisi As-Sunnah, tidaklah benar. Karena As-Sunnah adalah hakim atas Al-Qur’an. Maka wajib membahas/mencari hukum dalam As-Sunnah walaupun disangka ada hukum tersebut dalam Al-Qur’an. Tidaklah kedudukan Al-Qur’an dengan As-Sunnah seperti kedudukan ra’yu dengan As-Sunnah. Tidak, sekali lagi tidak !! Tetapi wajib menganggap Al-Qur’an dan As- Sunnah sebagai suatu sumber yang tidak dapat dipisahkan selamanya sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh sabda Rasulullah :

”Ketahuilah, aku diberi Al-Qur’an dan yang semisalnya bersamanya”, yaitu As-Sunnah.

Dan sabda beliau yang lain :
”Keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di Haudl (telaga)”

Pengelompokan antara Al-Qur’an dan As-Sunnah tidaklah benar karena mengharuskan pemisahan antara
keduanya dan hal ini adalah bathil, seperti telah disebutkan penjelasannya. Inilah yang ingin aku ingatkan. Jika benar itu datangnya dari Allah dan jika salah itu dari diriku sendiri. Kepada Allah aku meminta agar menjagaku dan Anda sekalian dari kesalahankesalahan dan segala sesuatu yang tidak diridlai-Nya.

Dan penutup doa kita : Alhamdulillaahi rabbil-‘aalamiin.

1) Terdapat pada nomor 885 dari kitab As-Silsilah yang telah disebutkan – Silsilah Al-Ahadits Adl-Dla’iifah wal-Maudluu’ah (dan kami berharap agar proses pencetakan dan pembukuannya dapat segera terwujud dalam waktu dekat, insyaAllah).


ضعف حديث معاذ في الرأي وما يستنكر منه

وقبل أن أنهي كلمتي هذه أرى أنه لا بد لي من أن ألفت انتباه الإخوة الحاضرين إلى حديث مشهور قلما يخلو منه كتاب من كتب أصول الفقه لضعفه من حيث إسناده ولتعارضه مع ما انتهينا إليه في هذه الكلمة من عدم جواز التفريق في التشريع بين الكتاب والسنة ووجوب الأخذ بهما معا، ألا وهو حديث معاذ بن جبل ـ رضي الله عنه ـ أن النبي صلى الله عليه وسلم قال له حين أرسله إلى اليمن: "بم تحكم؟"، قال: بكتاب الله، قال: "فإن لم تجد؟"، قال: بسنة رسول الله، قال: "فإن لم تجد؟"، قال: أجتهد رأيي ولا آلو، قال: "الحمد لله الذي وفق رسول رسول الله لما يحب رسول الله".

أما ضعف إسناده فلا مجال لبيانه الآن وقد بينت ذلك بيانا شافيا ربما لم أسبق إليه في السلسلة السابقة الذكر[1] وحسبي الآن أن أذكر أن أمير المؤمنين في الحديث الإمام البخاري رحمه الله تعالى قال فيه: "حديث منكر" .

وبعد هذا يجوز لي أن أشرع في بيان التعارض الذي أشرت إليه فأقول:

إن حديث معاذ هذا يضع للحاكم منهجا في الحكم على ثلاث مراحل لا يجوز أن يبحث عن الحكم في الرأي إلا بعد أن لا يجده في السنة ولا في السنة إلا بعد أن لا يجده في القرآن.

وهو بالنسبة للرأي منهج صحيح لدى كافة العلماء وكذلك قالوا إذا ورد الأثر بطل النظر.

ولكنه بالنسبة للسنة ليس صحيحا لأن السنة حاكمة على كتاب الله ومبينة له فيجب أن يبحث عن الحكم في السنة ولو ظن وجوده في الكتاب لما ذكرنا فليست السنة مع القرآن كالرأي مع السنة كلا ثم كلا بل يجب اعتبار الكتاب والسنة مصدرا واحدا لا فصل بينهما أبدا كما أشار إلى ذلك قوله صلى الله عليه وسلم : "ألا إني أتيت القرآن ومثله معه" يعني السنة وقوله : "لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض".

فالتصنيف المذكور بينهما غير صحيح لأنه يقتضي التفريق بينهما وهذا باطل لما سبق بيانه.

فهذا هو الذي أردت أن أنبه إليه فإن أصبت فمن الله، وإن أخطأت فمن نفسي، والله تعالى أسأل أن يعصمنا وإياكم من الزلل ومن كل ما لا يرضيه.

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

هامـــش:
[1] وهو برقم (885) من السلسلة المذكورة (ونرجو أن يطبع المجلد الموجود فيه قريبا إن شاء الله).

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Selamat, Anda sedang membaca artikel saya yang berjudul Kedudukan Sunnah Didalam Islam 5 [Tamat] - Artikel ini diposting oleh muhammad yusuf pada hari Jumat, 24 Februari 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jangan lupa like ke akun facebook anda untuk berbagi - Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui Buku Tamu Kami. By. Abu Iram Al-Atsary.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Tulis Komentar Anda Disini:

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com