Senin, 23 Juli 2012

Tips Menjadi Kawan Madu Yang Baik

| Senin, 23 Juli 2012 | 0 komentar



Oleh Muhammad Yusuf

Dipagi ini, saya ingin menyambung catatan saya sebelumnya yaitu tentang 10 Tips Menjadi Madu Yang Baik.

Sebagai seorang wanita, anda pasti akan melotot membaca judul diatas, mungkin komentar akan beragam, :

- Gileee ajeee guwe ngasih suami gue !!

- Cuma wanita goblok yang mau begitu !!

- Masa suami di bagi ? Yang bener aja daaaah !!


Wa’iyadzubillah ya kalo sampe segitu komentarnya, karena walau bagaimana pun poligami itu terkait kepada urusan dan kehendak Allah pula , dan tak lepas dari catatan takdir Nya, . Maka catatan ini sekedar mengingatkan anda dan untuk mencoba merefresh fikiran anda, siapa tahu anda bisa menerimanya dan mau mencoba menumbuhkan kesadaran sehingga mau berusaha memperbaikinya.

Kerap kali seorang wanita yang nekad abiz abiz menolak poligami, lalu kemudian Allah uji dia dengan poligami, apakah suaminya meninggal lalu menjadi istri kedua, atau bercerai dan menikah menjadi istri kedua.. Itulah Allah, terkadang menguji manusia dengan sesuatu yang tidak disukainya, kalau sudah begini ? Mau tetap menolak ? Mau Menghindar ke Planet Pluto ? Silahkan kalau bisa…

Namun ada istri-istri yang sholihah, yang mereka mampu merasakan bagaimana pahitnya kehidupan para janda sekalipun dia belom pernah menjanda. Rasa kesadaran berbaginya timbul bukan karena gangguan jiwanya, melainkan karena rasa sayang, senasib dan sepenanggungan yang mana perasaan ini hanya terdapat pada wanita wanita yang Allah berikan rahmat keimanan dan ketaqwaan atas penerimaannya kepada syari’at yang dahsyat dan berat ini.

Anda memang berhak melihat keadaan dan kondisi di masyarakat tentang kegagalan syari’at poligami, tapi jangan salahkan “para lelakinya” karena bapak anda juga laki-laki loh ..

Nah maka dari itu, setiap kegagalan dalam hal apapun, maka itulah hidupnya, terkait dengan personalnya, karena Islam sistemnya sudah Fix, Flexible, Oke Punya dan T.O.P – B.G.T, akur ya ? Karena sekalipun seluruh ummat Islam membunuh, membunuh dan mencuri maka Islam tetap mulia, karena tak ada dalam ajarannya menyuruh untuk berbuat hal-hal tersebut, intinya orangnya aja yang eror ya .. deal ?

Berikut akan saya berikan beberapa tips untuk menjadi Istri yang baik bagi madunya disaat suami telah di takdirkan poligami :

1. Berusaha menerima syari’at dan takdir yang terjadi, anda menjerit darah pun takkan membuat waktu berputar kembali. Karena, satu satunya jalan adalah menerimanya, bersabar atas kehendaknya dan berusaha menata langkah memperbaiki kehidupan kedepannya.

2. Jika suami adalah seseorang yang dirasakan mampu berbuat adil, maka ingatkan dia, bantu dia dalam melaksanakan syari’at yang sudah kadung dia jalani. Ingatkan akan kewajiban adilnya, ingatkan agar dia tak memihak dan berat sebelah didalam masalah masalah yang layak adil baginya. Adapun masalah hati dan kecintaan maka ini tak dituntut untuk berbuat adil.

3. Dekatilah madumu, perbaikilah hubunganmu dengannya, jika dia bukan seorang yang sholihah, bimbing dia dengan kesabaran, agar dia bisa menjadi lebih baik, karena pada dasarnya manusia itu bisa berubah kalau dia memiliki kemauan.

4. Beri pengajaran dan pelajaran kepadanya tentang bagaimana seharusnya melayani suami, menghormatinya dan memperlakukan didalam menyikapi kegemarannya dan kebiasaannya.

5. Jika madumu seorang yang masih muda, maka bimbing dia sebagaimana engkau menyikapi adikmu, penuh kesabaran dan penuh kasih sayang, karena pada dasarnya manusia itu bisa menyayang jika disayang.

6. Jika madumu seorang yang lebih tua dan dewasa darimu, maka perlakukan dia selayaknya orang yang lebih tua darimu, hormati dia karena pada dasarnya manusia mudah menghormati orang lain jika di perlakukan dengan penuh penghormatan.

7. Berusahalah menahan cemburu, karena inilah sumber kekacauan dan sumber masalah, untuk itu ingatkan pula si suami agar tak membuatnya cemburu, jika engkau dapati sesuatu hal, sampaikan baik-baik pada suami : ” Jika engkau berbuat seperti ini, maka aku bisa cemburu..” ini penting, karena barangkali suami tak menyadarinya.

8. Memohonlah kepada Allah agar diberikan kesabaran, perlindungan dari gangguan syetan, karena seorang Istri pertama akan seringkali merasa “dibuang” , “merasa di tinggalkan” , merasa “diabaikan” , namun semuanya terkadang hanya sebuah “perasaan semata” , dan ini tidak hanya terjangkit pada istri yang di madu , namun juga bisa terjadi pada seorang bawahan dan atasan, anak-anak, dan semua aspek kehidupan, karena pada dasarnya manusia itu rakus dan tamak, ingin memiliki segala sesuatu secara Monopoli.

9. Menyadari efek besar dari sebuah perceraian yang rumit urusannya, bukan hanya rumit dalam hal harta, namun pengasuhan, pendidikan anak, jika suami masih mampu diharapkan adil, maka apakah bersamanya tidak menjadi lebih baik daripada single parent? Masih bisa membimbing anak-anak dengan duet, masih bisa memperhatikannya secara duo, dan tentu seorang ibu yang bijak jika kondisinya telah seperti ini, dia akan mampu menerima takdirNya, berusaha bersabar dan memilih yang terbaik buat anak-anaknya, dan perlu diingat, subjek saya adalah suami yang masih bisa diharapkan keadilannya, jika suami sudah tak mampu adil dalam versi syari’at , bukan versi anda loh ya !! Maka anda bisa memilih jalan berpisah .. Allahul Musta’an

10. Menumbuhkan rasa kesadaran, “bersama itu bisa”, karena dengan begitu anda akan bisa mencoba memperbaiki hubungan dengan madu anda, yang tadinya anda membencinya maka akan bisa berubah menyayanginya, dan bisa bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga dalam nuansa kebersamaan yang indah diatas sunnah Nabawiyah.

Nah inilah sekelumit teoritis, sekedar mengingatkan dan sebuah saran, prakteknya anda yang berperan, dan semua kembali kepada anda sendiri . Semoga bermanfaat ..

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Selamat, Anda sedang membaca artikel saya yang berjudul Tips Menjadi Kawan Madu Yang Baik - Artikel ini diposting oleh muhammad yusuf pada hari Senin, 23 Juli 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jangan lupa like ke akun facebook anda untuk berbagi - Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui Buku Tamu Kami. By. Abu Iram Al-Atsary.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Tulis Komentar Anda Disini:

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com