Selasa, 28 Februari 2012

Surat Terbuka Untuk Saudariku Yang Bekerja Diluar Negeri

| Selasa, 28 Februari 2012 | 0 komentar

Maktaba Online On :
Surat Terbuka Untuk Saudariku Yang Bekerja Diluar Negeri


Sekedar bahan renungan ; Antara Fenomena Hidup, Masalah, Dan Secuil Solusi

Bismillah ,
Maha suci Allah yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk. Dan Allah menciptakan juga masalah-masalah untuk menguji manusia siapa yang paling baik amalnya ..

Masalah manusia sangat bervariasi, maka dalam hal menyikapinya tentu memerlukan cara-cara yang hikmah sehingga benar-benar bisa menjadi solusi.

Tulisan kali ini, saya ingin mengupas tentang perjalanan hidup yang kerap terjadi di kehidupan kita sehari-hari, terlebih khususnya para muslimah. Dan tulisan ini bukanlah bermaksud menyindir siapapun, dan tak bermaksud menyinggung hati siapapun, saya hanya ingin berbagi pengalaman dan pengamatan sehingga siapa tahu ada diantara kawan-kawan yang bisa mengambil faidahnya untuk menjalani kehidupan dimasa depannya .. semoga bermanfaat..

Diantara derap laju kehidupan muslimah, yang mana seringkali menjadi sebab berangkat bekerjanya seorang muslimah, bahkan terkadang hingga jauh dari tanah airnya adalah kehidupan rumah tangga yang berlatar belakang "kurang sukses" ; masalahnya bervariasi sekali, kalau saya kumpulkan diantaranya adalah :

  • Latar belakang ekonomi, apakah penghasilan suami dinilai kurang atau tidak memadai, atau tak bertanggung jawab,
  • Latar belakang sakit hati karena ambisi, merasa pernah dihina lingkungan, pihak keluarga atau yang lainnya,
  • Latar belakang perpisahan yang terjadi (perceraian) dan si suami tak bertanggung jawab pada anak-anaknya,
  • Latar belakang keluarga terjerat hutang dan tak mampu melunasinya,
  • Latar belakang Takut miskin dan ambisi untuk kaya raya,


Keadaan telah terjadi.., kalau kata pepatah nasi telah menjadi bubur, dan dari keadaan seperti ini, yang dibutuhkan para muslimah yang sudah "kadung" adalah bukan hanya sisi hukum boleh / tidaknya, dosa / tidaknya, namun diperlukan juga sebuah solusi untuk memperbaiki keadaan, karena mungkin saja saat diawal-awal mereka berangkat mereka tak memahami hukum syar'inya, demikian juga para suaminya, dan pihak keluarganya yang terkait, dan termasuk juga faktor keadaan yang hanya Allah dan dia saja yang mengetahui keadaan sebenarnya.

Biarlah ... yang lalu dan sudah terjadi, maka biarlah terjadi dengan ketentuan Allah, namun yang kita perlukan kini adalah "Bagaimana" kedepannya, menyadarkan sehingga saudari-saudari kita ini kelak bisa menjadi termasuk orang-orang yang "kembali bertaubat" ke jalan Allah Jalla Wa 'Alaa ..


Saudariku yang kini engkau berada jauh disana ...
Telah tetap syari'at Allah bahwasannya Allah dan Rasul-Nya telah melarang kalian untuk melakukan perjalanan tanpa ditemani mahrom, apalagi mukim berlama-lama tanpa mahrom, dan bekerja di negeri yang bukan negeri kaum muslimin, maka jika engkau sudah "terlanjur" sebaiknya engkau memohon ampun kepada Allah segera atas kesalahan ini. Ini hal pertama yang harus engkau fahami .

Dengan keadaanmu kini, maka tentu tak mudah untuk begitu saja kembali kenegerimu, karena terikat dengan kontrak, birokrasi, dan lain sebagainya, maka langkah yang harus engkau tempuh sebagai tindak lanjut dari taubatmu, maka begitu kelak engkau selesai kontrak, maka bertaqwalah kepada Allah, dan kembalilah , dan apa-apa yang telah engkau pegang dari hasil pekerjaanmu adalah halal, selama itu bukan hasil berzina, jual beli anjing, mencuri, dan menipu, maka gunakan sebagai bekalmu kelak, jangan engkau lihat besar dan kecilnya, berapapun yang engkau miliki, insya Allah bisa menjadi wasilah rizki untuk usaha dimasa datang, karena jika engkau ukur dengan besarnya, maka selamanya "tamak" akan berperan, dari ingin punya rumah, punya kendaraan, dan seterusnya takkan pernah habis berujung..

Yakinlah 1 hal, jika engkau berusaha dengan langkah yang diridhoi Allah, maka rizkimu akan diberikan keberkahan, Insya Allah ...

Buang semua target-targetmu, mengapa ??
Karena Allah yang pegang umurmu ... itulah jawaban terpenting, siapa yang akan menjamin engkau akan sehat disana dan bisa kembali dengan sisa umurmu ?
Selanjutnya, sadarilah , jika engkau bersuami, maka siapa yang akan mengurusi dan melayani suamimu disana jika engkau tinggalkan bertahun-tahun lamanya? Maka tentu ini bukan sebuah kebaikan, karena suamimu akan kesepian, merasa "bebas" tanpa tali kendali, yang biasanya berujung "lari" ke wilayah-wilayah maksiat, maka saat suami menjadi demikian, tentu tak sepenuhnya dia bersalah, karena saudari memiliki andil dalam hal tersebut dengan meninggalkannya.. jalan syurgamu adalah bersama suamimu ... maka bertaqwalah kepada Allah ..

Dan sadari pulalah, anak-anakmu membutuhkan kasih sayang, pelindung, pembimbing, jika dia tumbuh hanya dengan "materi" maka akibatnya engkau bisa membayangkan sendiri, maka saat anak-anakmu kelak menjadi "Tak terkendali" - wal'iyadzubillah - maka sia-sialah semua umurmu engkau habiskan, dan sisa usiamu hanyalah akan diliputi penyesalan yang dalam yang dihiasi dengan deraian air mata kesedihan yang sangat mendalam ...dan 1 hal, anak yang tumbuh tanpa belai kasih orang tua, akan cenderung tak menyayangi orang tuanya, mengapa? karena dia tak merasakan bagaimana rasanya dia ditemani belajar, tak merasakan bagaimana dimanja saat sakit, tak merasakan arti nasehat saat dia sedih dan mendapat masalah, dia hanya bisa menangis dalam hati saat melihat kawan-kawannya digendong, dicandai, diajarkan, ditemani saat sakit, oleh orang tua mereka, dan itu tak dia dapatkan darimu .. cobalah bayangkan jika engkau yang menjadi anak-anakmu .. maka mereka akan mencari .. mencari ... mencari kemana dia harus melampiaskan semua itu .. sehingga kawan-kawan buruknya akan sangat dengan mudah mempengaruhi mental kejiwaan mereka... anakmu tak bisa tumbuh hanya dengan materi semata ... nilai kasih sayang jauuuuuhhhhh lebih dibutuhkan saudariku ... serta ... jika Allah menjemputmu saat engkau terpisah jauh dari mereka, apalah artinya semua ini, ilmu tak pernah engkau berikan pada anakmu, kasih sayang tak pernah engkau curahkan, dan anak-anakmu tak mampu "membaca" makna kasih sayangmu selama ini ...sedikit sekali pahala yang engkau biarkan terlepas, berlalu, terbang dan menghilang ...raib ditelan keadaan ...

Pasca Engkau kembali kelak
Adapun masalah-masalah yang terjadi, maka selesaikanlah, pilih yang terbaik bagi hidupmu, anakmu, agamamu, gunakan apa yang berhasil engkau raih, benar-benar engkau fokuskan untuk menjadi "modal" kehidupanmu berikutnya, jangan berhura-hura dengan membeli sesuatu yang tak penting, cari jenis usaha yang bisa engkau laksanakan, Insya Allah ada jalan .. jika engkau sudah tak mempunyai kawan hidup sedangkan masih mempunyai keinginan menikah, maka carilah suami yang baik agamanya, agar engkau bisa berbakti meraih syurgamu, mendidik anak-anakmu,...

Saya sadari, hal itu tidak mudah, lebih mudah menulis ini semua dibanding saat engkau menjalaninya kelak, namun Allah akan selalu menyertai hamba-hambanya yang bertaubat dengan taubat nasuha, yang bersabar, berusaha istiqomah, Allah yang akan menunjuki engkau jalan, dan bertaqwa serta bersabarlah atas karunia-Nya ...

Diakhir tulisan ini, saya hanya mampu mensupport engkau dengan do'a saudariku, semoga Allah membimbingmu, menjagamu, dan memberikan kemudahan atas seluruh perkaramu dan mengampuni segenap kesalahan-kesalahanmu dimasa lalu serta menjadikanmu bagian dari golongan orang-orang yang bertaubat ...aamiiiin ...

Saudaramu Al-faqir Ilallah
Abu Iram Muhammad Yusuf

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Selamat, Anda sedang membaca artikel saya yang berjudul Surat Terbuka Untuk Saudariku Yang Bekerja Diluar Negeri - Artikel ini diposting oleh muhammad yusuf pada hari Selasa, 28 Februari 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jangan lupa like ke akun facebook anda untuk berbagi - Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui Buku Tamu Kami. By. Abu Iram Al-Atsary.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Tulis Komentar Anda Disini:

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com