Kamis, 23 Februari 2012

Ada apa dengan sahabatmu ?

| Kamis, 23 Februari 2012 | 0 komentar

Ini adalah sebuah artikel yang pada dasarnya adalah Tips untuk mengenali 

"Mengapa si sahabat "ngadat"..




Terlalu banyak memang yang terjadi... dalam banyak hal terkadang manusia memang gemar mengedepankan prasangka buruknya ketimbang prasangka baiknya, tak menjamin fulan raaaaajiiiin ngajinya, tapi lisannya tajamnya minta ampun, kadang ngomong seenaknya seperti dunia ini miliknya saja. Bisa saja terjadi ..manusiawi banget..

Mengenali Hal - hal tentang mengapa si sahabat "ngadat"

Dalam sebuah persahabatan, kadang ujian muncul, misalkan fulan baiknya luarbiasa, tapi istrinya doyan ghibah, dan fulan ga ngeh tentang keadaan itu, sehingga dia tak tahu apa yang terjadi saat sahabatnya "ngadat" dan sisahabat ini cukup tahu diri untuk berterus terang, maka mungkin saja dia akhirnya diam, menjauh dari keramaian, karena melihat fakta : Rajin ngumpul malah menambah dosa. Itu bisa saja terjadi ..

Dalam pergaulan yang kerap kali memicu keretakan adalah sotoynya kita (baca sok tahu ya) tentang keadaan sahabat kita. Mungkin ini sering tak terlintas oleh kita, misalkan sisahabat lama tak muncul dimajelis pengajian. Lalu dikarenakan dia sudah dianggap orang yang dekat dengan sisahabat yang jarang mengaji itu, maka wajarlah bertanya orang-orang padanya tentang keadaan sisahabatnya itu, sayangnya ....nah ini sayangnya... sisahabat ini dalam hal menjawab tidak mikir 2x, spontan dia menjawab tanpa ilmu "Oh Fulan mah sibuk sekarang !!" Nah loh .. ini gaya - gaya pemicu "kekacauan" , sekiranya memang ya, maka tentu tak jadi soal, tapi seandainya sisahabatnya itu sakit? Atau ada keluarganya yang sakit? Atau mertuanya dapat musibah? Atau pas ada urusan lainnya yang memang sulit dihindarkan pada hari itu gimana tuh ? Nah ini dia biang kekacauannya...

Sotoynya kita ini bisa menjadi pemicu, saat kaum yang bertanya berjumpa, lalu berkata : "Waduh sekarang mah sibuk nih...!!!" Maka si sahabatnya ini lalu aneh.com, karena sibuk darimana? Lah wong dia terkena musibah !! Maka ketika ditelusuri sanadnya akhirnya terungkaplah perawinya, dan tentu si sahabat tadi akan kecewa berat akibat sotoynya itu ..

Saya teringat nasehat ustadz Fariq beberapa tahun lalu, saat mendapati sisahabat berjalan, maka hindarkanlah bertanya: "Mau kemana?" , karena barangkali dia tak suka diketahui urusannya, maka mungkin saja dia akan menjawab dan membuatmu kecewa, semisal dengan jawaban : "Kesana" sambil tak jelas penunjukkannya. Nah bertanya begini saja sudah dihimbau agar menahan diri, apalagi menjawab tanpa ilmu ?

Berziarahlah dengan benar

Tujuan dari berziarah, mengunjungi sahabat adalah tujuannya untuk menjalin ukhuwah agar lebih erat, maka jika memang sudah ada azam dan niat, maka lakukanlah secara benar, karena terkadang ziarah (kunjungan) yang tak benar maka akan melukai sisahabatnya itu.. Saya beri contoh agar lebih jelas, ketika anda ziarah, maka temuilah orangnya, karena yang terpenting dari ziarah itu saling sapa, bertemunya wajah, maka sekalipun anda bawakan berbagai hadiah, namun anda datang hanya menyerahkan hadiah, lalu pergi begitu saja, maka apa yang bisa dipetik dari ziarah anda? Malah bisa jadi dia tersinggung dengan pemberian anda, dan berfikir , "Apa maksudnya ini semua? Ngasih hadiah kok orangnya ngeloyor begitu saja?"

Sindir menyindir

Bagi sebagian orang, kadang alergi sindiran, karena dia sudah saling mengenal dekat, kalau istilah saya, TST, Tau Sama Tau, apalagi jika sindirannya itu tentang sesuatu yang menjadi keadaan udzurnya, maka dalam kondisi seperti ini, KEBERANIAN menegur sebenarnya sudah hilang, karena seorang kawan / sahabat yang baik adalah yang mampu menasehatinya langsung disaat melihat saudaranya dalam keadaan "merosot" , karena terkadang, mungkin maksudnya bukan menyindir -Allahu A'lam- Tapi kebetulan moment-momentnya pas, kalau untuk orang yang dikenal sekilas, mungkin perkara ini bisa dimaklumi ..

Merasa benar sendiri namun tak mau tabayyun dan tatsabbut (Mencari Tahu)


Seringkali perasaan merasa benar sendiri menggelayuti, maka disaat muncul sebuah masalah, lalu si sahabat memberikan sebuah opini "Ini loh masalahnya" , kemudian hanya dijawab dengan kata-kata : Sebaiknya kita saling mengkoreksi diri, padahal masalahnya sudah jelas, maka sikap yang sepatutnya diambil bukanlah melontarkan kalimat-kalimat itu melainkan mencari kejelasan dengan meluruskan masalahnya, dan benar-benar mengenali kebenarannya, seandainya itu salah, maka sekalipun dia istri kita sendiri, maka kenapa harus malu mengakuinya ?

Nah semoga tulisan singkat ini bermanfaat ... 

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Selamat, Anda sedang membaca artikel saya yang berjudul Ada apa dengan sahabatmu ? - Artikel ini diposting oleh muhammad yusuf pada hari Kamis, 23 Februari 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jangan lupa like ke akun facebook anda untuk berbagi - Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui Buku Tamu Kami. By. Abu Iram Al-Atsary.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Tulis Komentar Anda Disini:

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com